Senin, 23 Juli 2012

Pengakuanku

Aku kecewa denganmu :(
Sangat-sangat marah dengan tindakanmu hari ini 
Kenapa tidak menghindariku seperti kemarin-kemarin?
Kenapa harus seperti hari ini?
Kau tau dulu aku memang menyukaimu
Mengapa? Karena kau orang pertama yang mencoba membuatku tersenyum, mengajakku bercanda, sekaligus mengingatkanku untuk menikmati hariku.
Tapi, itu dulu, semuanya telah berlalu.
Hari ini aku hanya mencoba untuk menyambung kembali tali pertemanan kita yang telah putus beberapa waktu lalu.
Tapi kau malah seperti ini.
Mengapa kau selalu datang membawa harapan itu, lalu kemudian bergegas meninggalkanku?
Kau datang dan pergi sesuka hatimu?
Apa kau pikir aku ini hanya tempat persinggahanmu dimana kau bebas melampiaskan segala keluh kesahmu?
Adilkah itu untukku?
Pantaskah aku menerima segala perlakuanmu itu?
Lupakah kau padaku? Siapa aku?
Baiklah, aku akan mengingatkanmu . . . Aku Sri, seseorang yang mudah menangis hanya karena masalah sepele . . . Aku Sri, seseorang yang berusaha terlihat tegar di depan orang yang disayanginya, saat ia tengah serapuh sebatang lidi tua . . . Aku Sri, yang bisa merelakan miliknya hanya untuk teman baiknya . . . Aku Sri, seseorang yang memiliki dendam akan masa lalunya . . .
Tidakkah kau mengingat itu? Atau memang sedari dahulu kau tak pernah menyadari itu? 
Oke, mungkin dulu aku pernah mencampakanmu. Ya, aku akui itu. Aku memang melakukannya, tapi itu untuk temanku yang juga menaruh hati padamu.
Tapi, bukankah itu sudah sangat lama?  Tidak bisakah kau membiarkannya hanya tertinggal di benak kita sebagai sebuah catatan kelabu seorang teman? Tidak bisakah kau melupakannya? Tidak bisakah kau berhenti manaruh dendam padaku dan memperlakukanku dengan baik lagi? 
Tidak bisakah kau menerima etiket baikku untuk memperbaiki semua ini? Aku hanya ingin membangun kembali istana persahabatan kita, tanpa ada maksud lainnya. Karena aku tau, sejarah itu takkan terulang persis untuk kedua kalinya. Dan tentu orang sepertimu, pasti sudah ada yang memiliki. Karena aku tau semua itu, karena aku tau jika mengharapkan lebih lagi, kau dan aku akan terluka lebih jauh lagi.
Tapi kau harus tau, aku sangat muak padamu, aku muak menyimpan rasa ini padamu, aku muak seperti ini. Sadarilah, aku juga ingin bahagia walau tak bersamamu, dan kau harus mengingat rasa itu tidak untukmu lagi, karena ia telah padam.
Atau kau ingin menghindariku lagi? Kalau itu memang keinginanmu, teruslah menghindar, teruslah menghilang dari kehidupanku ini, jangan sekali-kali mencoba memasuki gerbang kehidupanku. Dengan begitu, aku akan berhenti membencimu. Dan dengan begitu pula, aku bisa mengubur semua kisah kita bersama luka hati ini.
Seandainya saja, waktu bisa diputar, andai ada kesempatan untuk kembali ke masa itu. Kurasa akan jadi jauh lebih baik, jika aku tidak mengenalmu, jika kau tak pernah mencoba membuatku tersenyum, jika kau tidak bercanda denganku, jika kau tidak mengingatkanku untuk menikmati hariku. Mungkin, kita tak kan pernah saling menyakiti, tak kan pernah saling menghindar, dan mungkin aku akan jauh lebih bahagia lagi. Seharusnya tak pernah kubiarkan kau memasuki relung-relung hatiku. Seharusnya aku tidak pernah mengenalmu.

Kamis, 19 Juli 2012

Bukan Puisi Indah

Mungkin ini bukan puisi yang romantis, bukan juga puisi yang puitis, bukan juga puisi yang mengindahkan aturan pembuatan puisi yang berlaku, tapi percayalah puisi ini memang kutunjukkan untukmu seorang . . . <3
Aku juga tak berniat untuk tampil sebagai orang yang puitis, dengan beribu kata yang akan membuatmu terpesona padaku, karena semua itu bukanlah diriku, tapi aku hanya mencoba merangkai kata untuk bercerita padamu mengenai apa yang tengah bergejolak didalam hatiku . . . <3 Udah cukup kata sambutannya, silakan dibaca :)

Saat Jodoh Diantara Kami Usai

Tuhan, jika memang jodoh diantara kami telah usai
Buanglah ia dari pikiranku
Bantu aku mengubur semua kenangan antara kami yang masih membelengguku
Seperti ia yang hanya menganggapku bagian dari buku biru hidupnya
Tuhan, jika memang jodoh diantara kami telah usai
Bantu aku menghilangkan dia dari ingatanku
Seperti aku yang menghilang dari hidupnya
Buat aku bahagia dengan pilihanku itu

Tuhan, jika memang jodoh diantara kami telah usai
Bantu aku melupakannya
Seperti dia yang kini mulai melupakanku
Dan menganggapku angin lalu dihidupnya
Tuhan, jika memang jodoh diantara kami telah usai
Kirimkan aku bintang baru yang akan bersinar selamanya untukku seorang
Seperti ia yang kini telah bersama bintang penggantiku
Tuhan, jika memang jodoh diantara kami telah usai
Mintalah angin menyampaikan terimakasihku untuknya
Mintalah hujan untuk menghapus semua kesalahanku padanya
Mintalah ia untuk memaafkanku

Itu dia puisi karanganku, mungkin bukan puisi tapi sebuah prosa tanpa ada aturan yang berbentuk puisi. (hehhe, aneh-aneh aja). Sekian dulu postingan terbaruku. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karanganku itu yang sangat tidak sempurna, dan mungkin jauh dari kata layak untuk dibaca. Tapi, aku mohon maklumnya, aku baru belajar. Terima kasih dan sampai jumpa dikarangan terbaruku yang lain.



Minggu, 15 Juli 2012

Move On Please . . . !

Tak terkira hampir 4 tahun aku mengenalnya,,,
Selama itu pula bunga-bunga kasihku tumbuh kepadanya,,,
Bunga-bunga itu tumbuh subur meski sering tanpa pupuk dan tanpa air darinya,,,
Meski begitu bunga itu, mampu hidup dalam berbagai musim,,,

Kau beri rasa yang berbeda
Mungkin kusalah mengartikannya
Yang kurasa cinta
Kukatakan dengan Indah - Peterpan

Hingga akhirnya ada bunga lain yang lebih menarik perhatianmu,,,
Kau campakkan bungaku ini,,,
Meski begitu, bunga itu tetap ingin bertahan hidup,,,
Tetap ingin menarik perhatianmu lagi,,,

Tetapi hatiku terlalu meninggikanmu
Selalu meninggikanmu, terlalu meninggikanmu
Kukatakan dengan Indah - Peterpan

Pernah terbesit dalam benakku,,,
Membuang bunga itu dan mencari penggantinya,,,
Tapi nyatanya, bunga itu tetap hidup dihatiku,,,
Selalu hidup dan menantinya,,,
Mengingatkanku akan dia yang kini tak milikku lagi,,,

Move on ternyata tak semudah yang aku perkirakan, tak semudah yang kulihat,,,
Kadang aku bertanya pada diriku, mengapa teman-temanku begitu mudah move on, temanku yang diputusin aja bisa, kenapa aku tidak?
Aku dan dia tak pernah ada hubungan spesial melebihi sahabat,,,
Tapi mengapa begitu sulit melupakannya?
Mengapa begitu sulit untukku melepasnya?
Begitu sulit jalan yang kutempuh untuk bertemu dengan dia yang lainnya?
Mengapa?
Banyak pertanyaan, banyak kebingungan menghampiriku,,,
Bahkan lebih sulit memecahkan daripada memecahkan soal fisika,,,
Membuatku letih akan perasaanku sendiri,,,
Membuatku frustasi,,,


Nah ini hal terakhir yang aku tulis dalam mengisi liburanku,,, Abis nulis ini rasanya plong banget,,, Gak ada lagi rasa yang mengganjal dihatiku lagi,,, Semoga bisa bertahan terus kayak gini tanpa ada rasa buat dia,,,



Jumat, 13 Juli 2012

Flashback Setahun Jadi Anak Kelas XI


Ini dia cerita penting dan kurasa perlu untuk dikenang dalam album biru kenangan yang aku alami setahun belakangan ini, waktu aku jadi anak kelas XI SMA. Dengan segala problemanya yang memberi warna dihidupku.
Flashback Tahun Ajaran 2011/2012
Juli 2011
18 Juli hari pertama jadi kakak kelas XI.
18 Juli – 23 Juli Mos tahun ajaran 2011/2012.
Ada pembagian kelas (di rolling).
Gak sekelas lagi sama Adnya Sawitri, Anggya Agustina, Ari Nur, Dyah Khrisnadewi, Ari Aninditha, Amanda Rianika, Alit Arcana, Arya, Kresna, Kurnia, Ady Antara, Kartika, Novita, Julia (Temen-temen X4 yang gak sekelas lagi).
Ada Konflik sama Indah Pratiwi gara-gara berebut mau duudk di depan (aneh kan, biasanya gak ada yang mau duduk di depan, sekarang malah berebut).
Aku membuka pintu masa laluku yang setahun tertutup dengan sms’n dengan temen SMPku, alasanku minjem buku elektro (entah itu Cuma alasan atau apalah, aku tak tau).
Agustus 2011
Masih ada komunikasi sama temen SMPku tapi udah mulai dicampakin tanpa alasan.
17 Agustus mendaki Gunung Abang (Gunung Cinta katanya soalnya banyak yang pedekate, dan jadian gara-gara mendaki gunung Abang) bersama Diah Arini, Citra Dewi dan temen-temen fosfor lainnya (sayangnya Seni Antari lagi sakit).
Bulan ini juga ada pemilihan OSIS dimana Radha Iswara terpilih menjadi ketuanya.
Di suruh gambar pahlawan dengan pinggiran batik untuk tugas Seni Budaya. (hehhe, untungnya punya adik yang suka gambar, akhirnya dibuatin sampai diwarnai).
September 2011
Bulan sedihku, udah gak ada komunikasi lagi,,, kecewa banget L
Ikut optimasi Kimia lagi.
Tugas Sejarah, disuruh buat drama dengan cerita kerajaan, kelompokku dapet kerajaan Singosari.
Oktober 2011
Bulannya ulangan (cerpean dan ringkasan numpuk)
Dapet rapor bayangan.
Bulan yang bikin sakit hati banget.
Tugas Sejarah, disuruh debat kelompok gitu, buat soal 20 serta pembahasannya. Aku dapet kelompok 2. Tapi yang asyik debat kelompok 1 dan 2, kelompok 3nya jarang, paling nanya aja, gak seheboh kelompok 1 sama 2.
November 2011
Bulan bangkitnya aku
Study Tour juga with fosfor (tanpa Dwi Anindyawati yang lagi sakit) dan angkatan 34 dari tanggal 13 sampai 20 November.
Melewati hari Saraswati di Yogyakarta.
Konflik dengan Seni Antari di Yogyakarta yang membuatku memahami arti kata-kata “Pertikaian akan membuat kita menghargai indahnya persahabatan”.
21 November diajak ke Gianyar bantuin bos bapak buat bawa banten (seru banget soalnya malem-malem tanpa lampu yang memadai hanya ditemani dengan lampu minyak tanah dan mesti ngelewati titi ugal-agil dari bambu, kalau gak hati-hati bakal nyemplung ke sungai).
Bikin laporan study tour.
Mulai bolos optimasi.
Bulan pernikahan kakak sepupuku, (Mbok Dekku tercinta yang sering ngajak aku jalan-jalan dengan Bli Ngah yang seneng bercanda).
Desember 2011
Ulangan akhir semester 1 jadwal tiap kelas beda, jadi tukar-tukaran soal sama anak kelas lain (meski tetep aja nyiapin cerpean buat jaga-jaga). Ulangan Kimianya bikin sakit hati, pulang-pulang aku nangis gara-gara remedi sekelas, ceritanya waktu ulangan bu Anggreni ngambek gak ada yang mau ngumpul ulangan. Ulangan matematikanya dapet nilai 10 (rata-rata dikelas bagus nilainya, jelas orang udah tau jenis soal yang keluar). Tapi tetep fisikanya jelek, hehehe.
Diah Arini’s birthday. Beli kue seharga 180.000 ribu rupiah, Seni dan Ira berantem jadinya.
Nerima Rapor yang agak memuaskan.
Liburan yang agak membosankan, dihabiskan hanya dengan menulis cerita-cerita (tombak awal aku rajin nulis cerpen).
Di sekolah ada pengisian waktu luang yang di isi dengan hal-hal yang tidak jelas dan membosankan.
Gak dibolehin bergadang waktu malam pergantian tahun soalnya besoknya pulang kampung.
Januari 2012
Pulang kampung, nikmatin suasana kampung halaman, metik nanas banyak banget, pisang dan juga mangga, tak lupa ngerujak (yang terakhir ini bikin sakit perut waktu menstruasi).
Menikmati pantai di Yeh Malet (di daerah yang merupakan gerbang masuk Karangasem, sok-sokan jadi turis gitu) dengan bapak, ibu dan adikku sambil menikmati seporsi bakso dan ngeliat orang mancing.
Hari ulang tahun Trisma (17 Januari 2012) yang ke-35 (bajunya mengecewakan gambarnya sich) Cuma diisi dengan lomba-lomba dan di puncaknya diadakan sebuah persembahyangan dan tak ketinggalan penampilan topeng yang lucu.
Pembagian Kelompok Kimia (aku berkelompok dengan Seni Antari, Diah Arini dan Citra Dewi, kita dapet kelompok 10).
Seni Budayanya ada tugas bikin tari kreasi Nusantara kelompokan sama Seni, Citra, Diah Arini, Prana, Ade, Prayoga, dan Martin.
Februari 2012
Hari raya Galungan (hari sucinya Umat Hindu) umanisnya nyobain naik bus Sarbagita with my family (bapak, ibu dan adikku) ke Nusa Dua. Hebohnya minta main, diolas aku dibangunin jam 4 pagi sama bapakku yang tak sabaran pengen nyobain naik Sarbagita.
Hari Valentine yang biasa aja.
Sekolah siang hari soalnya ada pemantapan Provinsi kakak kelas XII. Dapet kelas di XII IPA 4, kalau hujan kelasnya banjir.
Presentasi Fisika yang udah susah payah aku buat biar menarik ternyata gak bisa ditayangin gara-gara LCDnya rusak.
Mati-matian belajar Biologi gara-gara di bilang bakal ada tes Lisan (aku gak suka disuruh ngafalin sesuatu).
Kelompok Kimia yang sebelumnya berjumlah 10 kelompok di pecah jadi 8 kelompok, dan aku mecah sama Seni Anatari, Diah Arini dan Citra dewi (kepaksa banget). Akhirnya aku kelompokan dengan Seni Antari dan Subiksa Atmaja (bertiga aja, Subiksa sering kita suruh melakukan percobaan tapi tetep dibantu kok, sementara aku dan Seni Antari nyari teorinya dan jawab soal). Kita bertiga Kelompok 6.
Cerpen yang aku posting di blogku ini dibaca sama temen-temen kelasku (ketua kelasku Indra Dananjaya yang meledekku dan bertanya siapa tokoh yang aku maksud, cerpen yang dibaca itu judulnya “My First Love”.
Disuruh gambar peta jalur pelayaran bangsa Portugis dan Spanyol sama Bu Relo, diolas, peta ini gambar pertama yang bener-bener aku buat sendiri, sempet gak dipercayai sama bu Relo. Kepaksa gambar sendiri soalnya adikku lagi mau ujian pemantapan jadi gak bisa minta tolong di buatin, dan waktu buatnya cuma seminggu. Tapi hasilnya cukup menyenangkan dapet nilai A (bangga luar biasa).
Maret 2012
Belajar, belajar dan belajar...
Ulangan Kimia yang sukses dan membuat hati girang.
Waktu pengrupukan, aku menolak ikut sembahyang ke Banjar karena takut ketemu sama bu Atiri (guru Biologi yang masih satu banjar denganku). Sorenya ketemu temen SD, trus nonton parade ogoh-ogoh kelurahan Tonja di Catus Pata Gatot Subroto, ngeliat adik kelas X yang lagi megambel buat ogoh-ogohnya meskipun gak saling nyapa.
Tugas yang numpuk akibat pemantapan Kota (padahal sekolah siang, tetep aja dikasih tugas, mungkin karena mesti selang-seling sama adik kelas X).
Kelompok Kimiaku bertambah dengan dimasukkannya bella Sintya Devi dan Widia Trilaksana kekelompokku.
April 2012
Biologi jadi beban, karena mesti ngafalin, akhirnya dikamar tertempel ringkasanku.
Bab Kimia mengenai Koloid ini tentang teori, setiap kelompok diminta demo, dan kelompokku dapet materi Gerak Brown yang tidak bisa melakukan percobaan (agak mengecewakan).
Ujian Nasional yang membingungkan, soalnya aku gak tau kalau anak SMK selesai duluan, dan sempat membuatku panik. Adikku ujian juga...
Tugas Seni Budaya : di suruh bikin drama dengan cerita Rakyat Nusantara, kelompokku sama Citra, Seni, Diah Arini, Dwi Anindyawati, Dita Pradnyawati, Myta, Bella, Radha, dan Dila. Dapet undian tampil perdana pula. Ada acara jodoh-jodohin gitu, tapi gagal juga.
Mei 2012
Belajar buat ulangan akhir kenaikan kelas...
Buat cerpean dan ringkasan... Seni sampai moto copy perkecil gitu...
16 Mei ada tes yoga, siangnya aku bilang gak dateng, tapi akhirnya aku dateng juga (atas sms dari adik kela X yang menyatakan benar ada tes yoga), dateng ber-4 sama Ira (yang sukses aku hasut biar dateng yoga), Dilla dan Martin. Oh, iya hari itu juga ketemu sama Mr. Macthes.
Citra Dewi’s birthday, 24 Mei ngerayainnya kacau, waktu itu kita tampil seni budaya, belum nyala lilinnya tapi dia udah masuk kelas, jadi mau gak mau nyanyi aja. Sorenya ada tes yoga yang ke-2. Seni Antari dateng terus kita ledek dengan ucapan sleeping princessnya udah bangun (Seni kalau udah ketiduran pasti lupa kalau ada janji).
Ada tes TPA juga . . .
Ulangan lisan Biologi (dapet jawab 3 soal) dan bikin temen-temen yang dapet soal sama aku kesel meski mereka bilang gak papa kok (Sri Arthayani, Sidi-Sida Rama dan Subiksa Atmaja), tapi sesuai perjanjian kalau gak ada yang angkat tangan aku boleh langsung angkat tangan dan jawab serta Sejarah (dapet soal, Rafless itu pahlawan atau kolonial) berhubung pertanyaannya pendapat aku jawab-jawab aja, jadilah aku tidak remedi.
Juni 2012
Ulangan Umum yang menguras otak. Bergadang tiap malem jadi rutinitas. Bayangin aja 9 hari ulangan... Seperti semester lalu, tiap kelas beda jadwal.  Ketahuan nyontek waktu ulangan mungkin udah biasa, tapi kalau ketahuan nyatet soal ulangan itu luar biasa banget... itu terjadi waktu pelajaran Agama Hindu, sampai aku ditanyain sama gurunya (Sri, tadi kamu ibu liat nyatet soal ya, mau di kasih siapa? Pacarnya ya?). Dan aku ngeles, syukurnya aja gurunya percaya. Tapi cukuplah jadi bahan pelajaran, sampai sekarang aku malu ketemu sama gurunya.
Pengisian waktu luang diisi dengan kegiatan mendaki gunung Puncak Mangu tanggal 13 Juni tanpa Citra Dewi, disini pak Sukarwata ngasi tau kalau aku dapet ranking 1 di kelas.
16 Juni, terima rapor cukup memuaskanlah, ternyata pak Sukarwata gak bohong. Makanya reaksiku biasa-biasa aja.
Nah itu dia cerita yang terjadi setahun belakangan, aku berharap di tahun ajaran baru yang kan tiba dalam beberapa hari mendatang, akan jadi jauh lebih berkesan.
Terakhir saya persembahkan ini dia galerinya,,,

Ini adalah gambar peta saya asli goresan tanganku,,,
 Ini adalah gambar jadwal pelajaran semester 2 saya,,,
 Ini adalah gambar pahlawan yang dibuatin sama adikku,,,
 Ini adalah gambar ringkasan materi ulangan kenaikan kelas bidang kimia,,,
  Ini adalah gambar ringkasan materi ulangan kenaikan kelas bidang biologi,,,
  Ini adalah gambar ringkasan materi ulangan kenaikan kelas bidang biologi yang aku tempel ditembok kamarku yang membuat kamarku jadi jorok,,,
 Ini adalah gambar ringkasan materi ulangan kenaikan kelas bidang kimia,,,
  Ini adalah gambar ringkasan materi ulangan kenaikan kelas bidang kimia,,,

  Ini adalah gambar tugas sejarah kelompok 2 tugas buat soal yang harus di perdebatkan,,,
  Ini adalah gambar naskah drama kelompokku yang berjudul "Putri Tandampalik" yang sering disamsat sama Seni Antari jadi "Putri Tandampik" hehehe

  Ini adalah gambar jadwal ulangan umumnya,,,
 Ini adalah gambar hasil ulangan Agama, meski sempurna tapi tetep aja, aku malu sama gurunya ,,,
  Ini adalah gambar hasil ulangan matematikaku, sempurna nilainya, gak sia-sia belajar,,,
  Ini adalah gambar hasil ulangan pelajaran kesukaanku "kimia" jreng-jreng,,,
  Ini adalah gambar hasil ulangan PKnku, pelajaran yang cukup aku senangi soalnya aku sering dapet kesempatan untuk menyalurkan aspirasiku khususnya menyangkut masalah politik ,,,
  Ini adalah gambar hasil ulangan TIKku, gak begitu bagus sich, yang penting udah usaha ,,,
 Dan yang terakhir ini  adalah gambar hasil ulangan Biologiku, meskipun gak bisa dapet nilai sempurna, tapi aku sangat senang, soalnya pelajaran ini pelajaran menghafal, maksain nih,,,
Sumber : Dokumen pribadi

Sabtu, 07 Juli 2012

Cerpen : Gara - Gara Anjing


Sore itu, aku tengah mengajak anjingku berjalan-jalan ditaman sambil menikmati suasana kota. Tiba-tiba saat aku tengah menikmati udara sore itu, anjingku hilang. Aku bingung dan terus memanggilnya. “Dark...Dark...Dark...” panggilku panik sambil berlari kesegala penjuru taman berusaha menemukan anjing kesayanganku itu.
Setelah beberapa saat aku berusaha mencarinya, akhirnya aku pun menemukannya. Ternyata anjingku sedang bermain dengan seekor anjing, yang kukira mungkin temannya. Aku langsung mengambil tali anjingku itu. “akhirnya aku menemukanmu.” Kataku senang. “dia anjingmu?” tanya seorang laki-laki yang membawa anjing itu. “iya. Aku telah mencarinya keliling taman ini.” Jawabku sambil tersengal-sengal, kulihat cowok itu ganteng banget. “kukira anjingmu menyukai anjingku.” Jawabnya sambil memberiku sebotol air mineral. “terimakasih, kukira juga demikian.” Jawabku sambil menerima botol air mineral itu dan langsung meneguknya, kukira pemiliknya juga, bathinku.

“oh, iya kenalin aku Dimas, anjingku ini namanya Molly.” Katanya sambil mengulurkan tangannya. “aku Reina, anjingku yang nakal ini namanya Dark.” Kataku sambil menjabat uluran tangannya itu. “ah, anjingmu itu lucu tau.” Jawabnya sambil melepaskan tanganku. Kemudian kami berjalan bersama-sama sekedar menikmati pemandangan sore itu bersama anjing-anjing kami. Kalau aku perhatikan Dimas adalah orang yang cukup menyenangkan dan berparas tampan. Menjelang matahari tenggelam, kami berpisah untuk kembali kerumah kami masing-masing.
Keesokan harinya, aku pergi ke sekolah seperti biasanya. Aku adalah seorang siswi kelas XI sebuah SMA favorit dikotaku ini. Namun, berhubung sekarang sudah selesai ulangan kenaikan kelas, jadi tak ada lagi belajar yang biasanya bisa membuat stress. Seperti biasanya, setibanya di kelasku tercinta, aku segera bergabung dengan teman-teman akrabku yang telah duduk di pojokkan kelas kami. Aku segera duduk di sebelah Prita, teman sebangkuku.
Mereka tengah sibuk bercerita tentang rencana liburan mereka. Entah mengapa tiba-tiba pikiranku kembali melayang mengingat kejadian kemarin sore. Pertemuan singkatku dengan Dimas yang cukup menyenangkan. Karena membayangkan kejadian kemarin, aku tak mendengarkan pembicaraan teman-temanku itu. Sampai akhirnya Meta yang duduk dihadapanku mengejutkanku dengan bertanya, “Kalau menurutmu gimana Reina?” tanyanya. “apa?” jawabku gelagapan. “jadi dari tadi kamu duduk disini gak ngedengerin kita?” tanya Devi tak percaya. “Emangnya, ada apa?” tanyaku. “dasar Reina.” Cerca Prita. Akhirnya aku kembali mendengarkan rencana liburan teman-temanku itu.
Sore harinya, aku tidak mengajak anjingku pergi ketaman seperti kemarin. Meskipun dari lubuk hatiku yang terdalam aku ingin pergi kesana. Tujuannya sich siapa tau bisa ketemu lagi sama Dimas. Agak menyesal juga aku tak meminta nomor hapenya kemarin. Tapi, masa aku sich yang minta. Kan gak lucu jadinya. Meskipun zaman emansipasi wanita, aku ingin tetap mempertahankan sifat klasik perempuan yaitu, tidak terlalu mengejar laki-laki.
Saat aku melewati ujung jalan rumahku, tak kusangka-sangka aku bertemu kembali dengan Dimas. “Sore Reina...” sapanya penuh keakraban. “sore juga.” Jawabku dengan sepenuh hati. “kebetulan banget kita ketemu lagi.” katanya. Aku hanya mengangguk. Kemudian kami memutuskan untuk bersepeda bersama sambil berbincang-bincang. Dalam waktu singkat kami sudah akrab ibarat sudah mengenal selama bertahun-tahun. Bahkan Dimas juga mengantarku pulang, katanya gak sopan ngebiarin cewek jalan sendiri. Aku hanya tertawa mendengarnya dan tak menolak permintaannya.

“mau mampir dulu?” tanyaku begitu kami tiba didepan rumahku. “gak deh, lain kali aja. Lagian udah malem.” Jawabnya. “oh, ya udah. Aku masuk dulu ya.” kataku sambil membuka pintu rumahku. “hmm...Reina.” panggilnya lagi. “iya, kenapa?” jawabku refleks sambil menoleh kearahnya. “biar aku gak nyesel kayak kemarin, aku boleh minta nomor hapemu gak?” tanyanya. Aku tertawa mendengar ucapannya yang blak-blakan itu, namun aku tak memungkiri jika aku senang mendengar kejujurannya. Aku memberinya nomor hapeku dan tak lupa menyimpan nomor hapenya. Setelah itu, aku langsung bergegas masuk kerumahku dan ia segera pulang kerumahnya yang hanya berbeda blok denganku.
Dengan ditemani cahaya sang rembulan dan juga angin malam yang membelai tubuhku, aku duduk di balkon kamarku sambil tersenyum membayangkan Dimas. Beberapa saat kemudian, hapeku berbunyi yang menandakan ada sebuah pesan yang keterima. “aduh, siapa yang sms sich, ganggu aja.” Bathinku sambil mesuk ke kamarku dan meraih ponselku. Namun, begitu kulihat layar hapeku menunjukkan sebuah pesan bernama dari Dimas, aku langsung loncat kegirangan. “hay, selamat malam, lagi ngapain sekarang? Aku ganggu gak?” begitulah bunyi pesan itu.
“aduh, aku mesti bales apa? Masa aku bilang lagi ngebayangin dia, harga diriku nanti jatuh, aduh bilang apa ya?” keluhku. Sejenak aku berpikir, kemudian aku segera menulis pada ponselku, “Hay, met malem juga, sangat-sangat tidak mengganggu kok, hmmm,,, aku lagi duduk, duduk aja nikmatin malam.” Tapi aku berpikir lagi, “kan gak lucu, masa bilang kayak gitu.” Akhirnya aku memutuskan menghapus pesan itu, dan menggantinya dengan mengirim, “Hay juga, aku lagi baca buku, gak ganggu kok.” Setelah memastikan pesan itu, terkirim, aku meletakkan kembali ponselku. Lima menit kemudian tibalah balasan dari Dimas. Akhirnya, malam itu kami ber-sms ria. Jujur saja, Dimas memang tipeku banget. Dia orang yang blak-blakan dan jujur, cukup easy going dan juga nyambung denganku. Tak ketinggalan juga dia orang yang dewasa buatku, ya iyalah secara aja dia kan lebih tua dua tahun dariku.
Siang itu, aku tengah bosan sendiri di rumah. Ketiga teman-temanku, tak bisa datang ke rumahku, katanya sich mereka udah ada janji. Heran juga aku tumben mereka kompakan gitu. Orang tuaku sibuk bekerja, sementara kakakku malah sibuk sama temen-temnnya kemah. “tok-tok...” bunyi pintu yang mengaburkan lamunanku. Dengan enggan aku, berjalan ke arah pintu. Betapa terkejutnya aku begitu kubuka pintu dan kutemukan Dimas datang bersama anjingnya.
“hey...” ucapku kaget. “aku ganggu?” tanya Dimas. “engga kok. Ayo masuk.” Ajakku. Kemudian kami masuk kedalam rumah. “ada apa nih kok tumben?” tanyaku setelah kami duduk di ruang tamu. “hmm... kayaknya anjingku ini kangen deh sama anjingmu, dari kemarin anjingku bete soalnya.” Katanya yang kusambut tawa. “pemiliknya juga...” gumamnya yang terdengar samar-samar olehku. “hah benarkah? Kalau begitu, ayo kita temui Dark.” Kataku sambil berdiri. Kemudian kami menuju halaman belakang rumahku, tempat tinggalnya anjingku.
“Dark,,, liat tuh Molly dateng.” Ucapku dengan nada imut-imut sambil membuka tali anjingku itu. Seketika Dark segera berlari menghampiri Molly. “hebat juga kamu tau, kalau Molly kangen sama Dark.” Kataku sambil berdiri disebelah Dimas dan mengamati kedua anjing kami. “aku kan yang melihara Molly, sudah sepatutnya aku tau, kan kita punya ikatan bathin.” Ucapnya. “berlebihan deh...” jawabku sambil tertawa. Satu kelebihan dari Dimas, dia sangat pandai membuatku tertawa girang. Akhirnya kami duduk mengobrol.
“main layang-layang yuk...” ajak Dimas yang tak terduga. “hah?” komentarku. “mumpung anginnya lagi bagus nih.” Ucapnya sambil menarik tanganku. Dimas benar-benar tak terduga, aku tak menyangka jika dia menyukai bermain layang-layang sepertiku. Kemudian ia mengajakku membeli layang-layang. Setelah membeli layangan, kami memutuskan bermain layang-layang di halaman rumahku yang lumayan luas.

Beberapa saat kemudian, layang-layang kami sudah berada tinggi di atas. Setelah beberapa menit, entah mengapa Dimas tak dapat menguasai layang-layangnya. Hingga akhirnya, layang-layangnya nyangkut di pohon rumahku. Aku tertawa melihatnya, sementara layang-layangku masih tetap di atas langit. “liat tuh layang-layangmu nyangkut.” Ucapku meledek Dimas. “gak papa, yang penting hatiku nyangkut dikamu”, katanya mendekatiku. “apa sich?” komentarku sok cuek padahal dalam hati senangnya bukan main lagi. “aku serius, Reina aku suka sama kamu.” Ucapnya sambil menggenggam tanganku dan melepaskan botol yang berisi benang. “layang-layangku.” Kataku masih merengek. “kamu tu,,, aku lagi nyatain cinta sama kamu, kamu malah sibuk ngeliat layang-layang.” Keluh Dimas. “kan tadi kamu yang ngajakin main, gimana sich.” Jawabku sambil mencemberutkan wajahku dan menundukkannya.
“jadi gimana?” tanya Dimas. “apanya yang gimana?” tanyaku masih berpura-pura tak tau. “kamu tu mau bikin aku frustasi ya? jadi mau gak jadi pacarku?” ulang Dimas. Aku terdiam begitu mendengar ucapan Dimas yang memang sudah kutunggu-tunggu. “bohong kalau aku bilang gak mau.” Ucapku akhirnya setelah aku melihat wajah Dimas dipenuhi keresahan. Meski aku belum terlalu lama mengenal Dimas, namun akuu meyakinkan diriku sendiri kalau Dimas orang yang cocok untukku. Dimas tersenyum mendengar ucapanku, dan langsung memelukku.
“tapi, layang-layangnya?” tanyaku masih dalam pelukan Dimas. “ya, udah ayo kita beli lagi yang-layang.” Kata Dimas sambil melepaskanku dari pelukannya. “tapi, ngomong-ngomong anjing kita dimana ya? kok gak kedengeran?” tanyaku. “iya, ya... jangan-jangan mereka diculik lagi.” ucap Dimas. “ya, udah ayo kita cari.” Ucapku. Kemudian kami segera mencari anjing-anjing kami. Ternyata anjing kami tengah tidur di kandang anjingku. “heh, mereka bikin kita cemas aja.” Keluh Dimas. “iya, tapi kalu gak ada mereka, kita gak bakal bisa saling kenal.” Kataku. “kamu bener, mereka anjing yang mempertemukan kita.” ucap Dimas sambil tersenyum dan menggenggam tanganku. Akhirnya kami bernostalgia mengenag semua kenangan kami yang tercipta berkat anjing-anjing kami.
Ini dia cerita terbaruku. Agak aneh memang, maklum ya, aku baru belajar. Dari anjing kenapa bisa nyasar ke layang-layang ya? aku gak tau, mungkin terinspirasi dari peliharaanku dan juga musim libur ini banyak ada layang-layang dilangit. Semoga ada pesan yang bisa diambil, setidaknya kita tau dibalik sebuah kejadian pasti ada manfaatnya. Terima kasih . . . Enjoy it ya . . . ^-^
Ilustrasi gambar dari google images.

Kamis, 05 Juli 2012

Kasusastraan Bali


Kasusastraan mawit saking kruna lingga sastra (castra), polih pangater su- dados susastra, raris polik pangater ka- miwah pangiring –an dados kasusastraan. Kasusastraan tegesipun pinaka hasil pakaryan imanusa sane metu saking padma hredaya sane marupa tulisan utawi karangan sane kawentenannyane luih, becik tur lengut. (taler kawastanin sane adhi luhung).
Kasusastraan Bali punika kepah dados kalih, inggih punika kasusastraan Bali Purwa (kuno) lan kasusastraan Bali Anyar (modern).
1  1. Kasusastraan Bali Purwa, wangunnyane :
a.   Gancaran (prosa)
Upami :
  1. Satwa Ni Diah Tantri olih I Made Pasek
2.  Mahabrata olih Begawan Biasa
3.  Paribasa Bali olih I Ketut Gunarsa
4.  Tunjung Mekar olih I Ketut Sukrata
5.  Basita Paribasa olih I wayan Simpen
b.   Puisi Purwa (tembang)
Pepalihan tembang manut pepalihan I Gusti Ketut Ranuh
1.    Gegendingan
a.   Gending rare
Upami : juru pencar, jenggot uban, made cenik, mati delod pasih, jering gulung.
b.   Gending jejangeran
Upami : putri ayu, siap sangkur, majejanggeran.
c.    Gending sangiang
Upami : puspa panganjali, kukus arum, suaran kumbang.
2.    Tembang Macepat
Tembang Macepat punika kaiket antuk uger-uger sane kawastanin “pada lingsa”. Tembang macepat akeh ipun dasa soroh sakadi :
a.   Ginada, kepah manut rengnyane, dados ginada Eman-Eman, Linggarpetak, Dasar, Basur miwah sane lianan. Apada akehnyane pitung (7) sulur.
b.   Ginanti, apada akehnyane pitung (7) sulur.
c.    Sinom, manut rengnyane wenten Sinom Dasar, dayangan, Lawe, Silir miwah sane lianan.
d.   Pangkur, apada akehnyane pitung (7) sulur.
e.   Pucung
f.     Samarandana, apada akehnyane pitung (7) sulur.
g.    Durma, apada akehnyane pitung (7) sulur.
h.   Mijil, apada akehnyane pitung (7) sulur.
i.     Maskumambang, apada akehnyane liman (5) sulur.
j.    Dangdang gula, apada akehnyane roras (12) sulur.
Tembang macepat punika pacang ngwangun geguritan. Geguritan inggih punika kekawian utawi kekarangan sane kawangun antuk tembang macepat upami :
1.    Geguritan Jaya Parana nganggen tembang Ginada.
2.    Geguritan basur nganggen tembang Ginada olih Kidalang Tangsub.
3.    Geguritan Bagus Umbara nganggen tembang Ginada.
4.    Geguritan Pakangraras nganggen tembang Ginada.
5.    Geguritan Sampek Ingtai nganggen tembang macepat campuran olih Ida. Ketut Sari.
6.    Geguritan Megantaha nganggen tembang campuran.
7.    Geguritan Durma nganggen tembang campuran.
8.    Geguritan Gunawati nganggen tembang campuran.
9.    Geguritan Bungkling nganggen tembang campuran.
10. Peparikan Salya nganggen tembang campuran.
3.    Kidung (Tembang Tengahan, Sekar Madia)
Kidung punika taler marupa lelawian utawi karangan sane kawangun antuk sekar madia. Pepalihannyane :
1.    Kidung sane nganggen tembang macepat
Upami : kidung Ranggalawe, Kidung Amad Muhamad, Kidung Kaki Tua lan Kidung Sri Tanjung.
2.    Kidung Sane nganggen kidung sejati
Upami : kidung Malat, Kidung Warga Sari, Kidung Alis-Alis Ijo, Kidung Tantri lan Kidung Waseng Sari

4.    Kekawin (Tembang Gede, Sekar Agung)
Kekawin inggih punika kekawian utawi kekarangan sane kawangun antuk wirama upami :
1.    Kekawin Ramayana olih Empu Yogiswara.
2.    Baratha Yuda olih Empu Sedah lan Empu Panuluh.
3.    Arjuna Wiwaha olih Empu Kanwa.
4.    Semaradahana olih Empu Darmaja.
5.    Suta Soma olih Empu Tantular.
6.    Siwalatri Kalpa olih Empu Tanakung.
7.    Gatotkaca Sraya olih Empu Panuluh.
8.    Wrettasancaya olih Empu Tanakung.
9.    Negara Kertagama olih Empu Prapanca.
10. Krisnayana olih Empu Triguna.
22. Kasusastraan Bali Anyar, wangunnyane :
1.    Gancaran (Prosa)
Gancaran inggih punika kekawiam utawi kekarangan sane bebas sane nenten kaiket antuk uger-uger. Upami : Nemu Karma olih I Wayan Gobiah, Malancaran Ka Sasak Olih Gede Srewana, Katemu Ring Tampak Siring olih Made Sanggra, Tukang gambar, Sekar Emas olih Made Sanggra.
2.    Puisi Anyar
Upami : Sasih Karo Ring Bali olih made Taro, Galang Pulan olih K.Putru, Bali olih Ngurah yupa, Pura Agung Jagat Nata olih Wayan Rugeg, Mati Nguda plih Putu Sedana lan Idup Lan Mati olih Made Sanggra.

Ini dia postingan terbaru saya, yang memuat tentang budaya Bali khususnya Bahasa lan Sastra Bali. Buat yang ingin tau lebih banyak tentang budaya Bali tunggu postingan saya yang lain mengenai Bali. Suksma :)