Rabu, 10 Desember 2014

Lirik Lagu Tanpa Melodi by Mytha

Hai....Kini kau ada
Setelah sekian lama kau menghilang
Hai... Sudah Lama
Ku mencari dirimu untuk katakan sesuatu

Kutemukan kini engkau telah berubah
Bahagiaku tertutup dengan air mata
Tak mampu lagi untuk ku ungkap semua
Membeku semua nada dalam hati tanpa melodi

Dan... kita berjumpa
Kuingin engkau tahu aku rindu
Dan...Jelas kurasa
Dinginnya tatapmu tak ingin memelukku

Kutemukan kini engkau telah berubah
Bahagiaku tertutup dengan air mata
Tak mampu lagi untuk ku ungkap semua
Membeku semua nada dalam hati tanpa melodi

Melihatmu di depan mata
Hadirkan semua rasa tangis air mata
Kutemukan kini engkau telah berubah
Bahagiaku tertutup dengan air mata

Tak mampu lagi untuk ku ungkap semua
Membeku semua nada dalam hati tanpa melodi
Dan Tak mampu lagi untuk ku ungkap semua
Membeku semua nada dalam hati tanpa melodi 
Hey kamu yang di sana, cinta pertamaku yang hanya sebelah tangan.
Akhirnya aku menyadari itu, kamu hanya menganggapku teman begitulah sedari dulu tetapi aku yang menganggapmu berbeda.
 Iya, itu salahku, yang membuatku terbelenggu olehmu. Kini aku harus menggapmu sebatas memories masa sekolahku. Aku harus melepaskan segala rasa yang mengikat hatiku dan mengubah logikaku yang selama ini selalu menantikanmu memandangku. Aku harus menyetting ulang otakku untuk berhenti tersenyum kala kamu menghubungi aku, atau saat kamu tiba-tiba muncul di beranda facebookku. Aku juga akan berhenti menjadi penguntit profil facebookmu. Aku akan berhenti melakukan berbagai hal yang sudah termasuk kategori kegilaan kepadamu. Sekarang aku tak mau lagi merasa sakit karenamu.

Hey yang di sana, aku tidak akan melupakanmu,  aku hanya akan meletakkanmu di tempat di mana kamu tidak dapat mengganggu hidupku lagi.
Hey, ini akan jadi yang terakhir kali aku membuat entri blog tentang kamu.
Hey selamat tinggal, cinta pertamaku yang hanya sebelah tangan.

Kamis, 13 November 2014

Rindu Kamu

Aku berterima kasih kepadamu untuk berbagi duniamu kepadaku selama beberapa tahun kebersamaan kita. Tetapi, kini aku menyadari tanpa kehadiranmu di sampingku, dunia itu menjadi fana. Aku merasa sejak kamu meninggalkanku sendiri dan memberiku duniamu itu, aku hanya berpura-pura mampu hidup dalam duniamu itu. Aku tidak bisa menjadi diriku sendiri saat kamu tidak ada. Sekarang aku ingin menyerah akan dunia yang semakin tidak bisa menyiksaku itu. Hey, aku terjatuh lagi, dan sekarang aku tak lagi mampu bertahan. Aku ingin kembali pada dunia sebelum kamu hadir di hidupku. Aku tak sanggup menjalani dunia itu sendirian. Hatiku terus menerus terasa sakit dan luka itu kian mengangga tanpa kamu di sini. 
Aku terjebak dalam trauma kehilangan kamu, hingga aku tak mau membiarkan orang lain mendampingi dunia yang kau tinggalkan itu. Telah puluhan kali kucoba menerima dan belajar menyayangi orang lain, tetapi selalu hasilnya nihil. Aku masih saja memandang kamu seorang. Aku tak bisa melampiaskan kecewa pada orang lain, aku tak bisa memaafkan kebodohan yang kulakukan padamu. Hey, yang di sana, aku kesepian di sini. Aku merindukan kamu, hadirmu, tawamu bahkan segala candaan yang dulu selalu membuatku kesal. Hey, aku benci melihat kamu bersama dia, aku masih tidak ikhlas kamu bahagia bersama orang lain dan bukan bersamaku lagi. Hey, aku menyesali segalanya tentangmu dan tentang kita dulu, aku menyesali atas ketakutanku memperjuangkan kamu.
Hey, bisakah kamu melihatku sekarang. Aku hancur berkeping-keping, hanya aku masih berpura-pura semuanya masih baik-baik saja. Keceriaan itu mulai perlahan-lahan memudar, tawa itu tak lagi menghiasi bibir mungilku. Kini, semua mulai terganti dengan dengan luka dan air mata. Entah berapa banyak yang sudah tumpah, aku rasa tak kan mampu terhitung. Hanya satu hiburanku, melihat tawa dari murid-muridku yang acap kali menggodaku. Aku rasa tak ada lagi alasan untuk bertahan di sini, semakin lama aku diam di sini aku hanya merasa lingkunganku tak lagi bersahabat denganku.Hay, aku merindukanmu.