Sabtu, 25 Oktober 2014

Merindukanmu by D'Masiv

Saat aku tertawa diatas semua
Saat aku menangisi kesedihanku
Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang
Reff :
Selama aku masih bisa bernafas
Masih sanggup berjalan kukan slalu memujamu
Meski ku tak tahu lagi engkau ada dimana
Dengarkan aku kumerindukanmu
Saat aku mencoba merubah segalanya
Saat aku meratapi kekalahanku

Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang

Back to reff :

Kamis, 23 Oktober 2014

Sebelum-sebelumnya, aku selalu berpikir dan mengkhayalkan keadaan bilamana kini kamu masih di sisiku. Entah bagaimana, tiba-tiba saja terbersit dalam benakku bagaimana keadaanku kini, bila saja dulu aku tak bertemu kamu.  Apakah aku akan menjalani kehidupan yang lebih baik? Atau malah sebaliknya, aku terjebak dalam kondisi yang lebih parah? Andai dulu aku tak memandangmu, mungkin aku akan bertemu dan mencintai kamu yang lain dan mungkin saja aku akan bersama orang itu saat ini. Entah bagaimana pikiran itu acap kali terlintas. Mungkin karena aku tahu aku harus membuang jauh-jauh mimpiku untuk bisa menggapai kamu. Atau mungkin aku terlalu jenuh menunggu kamu yang aku pastikan tak kan mungkin kembali kepadaku. Tetapi aku tak mampu memungkiri bahwa kamu satu-satunya laki-laki yang pernah nyata dalam hidupku. Dan selama bertahun-tahun ini aku hanya memandang kamu seorang, mencintaimu walau aku tahu itu hanya sia-sia. 

Sabtu, 04 Oktober 2014

Hari 4 Oktober 2014, seperti biasa bagiku tanggal hari ini selalu penuh kenangan. Tadi pagi waktu ibu nelpon, pengen banget nanya gimana keadaan orang di Denpasar. Pengen nanyain tentang bapak, apa bapak baik-baik saja hari ini. Tetapi urung kutanyakan, karena takut melukai mereka lagi dan membuka lembar kenangan luka itu. Hari ini bertepatan dengan Saraswati, aku menyibukkan diri membantu KMHD untuk ngayah di parahyangan UNDIKSHA. Meski begitu, pikiranku masih saja teralihkan memikirkan kejadian 2 tahun yang lalu itu. Rasanya ada sesuatu yang menyakitkan saat kudengar seseorang menyebut kata "Dadong/nenek". Aku merindukan almarhumah. Terutama hari ini. Meski aku tahu kepergian beliau itu adalah yang terbaik, tetapi aku selalu merasa menyesal tidak bisa memberi beliau yang terbaik dalam seumur hidupku bersama beliau. Aku hanya bisa melukai beliau. Sekarang saat beliau tidak ada di dunia ini lagi, Aku tahu beliau menyatu dalam ragaku, menemaniku setiap saat dan di manapun aku berada. Hanya saja, aku merasa ada yang aneh. Setiap pulang ke rumah di Denpasar, tak ada lagi yang bertanya seperti beliau biasanya.