Sabtu, 23 Mei 2015

Tempat itu tak ada yang istimewa, bukan juga tempat rahasiaku. Hanya saja aku jadi memusuhi tempat itu sejak aku menyadari, pertemuanku dan dia sudah berakhir. Ya, di tempat itu aku pernah berbagi dunia bersamanya. Di tempat itulah aku membangun kenangan yang kini sangat ingin aku runtuhkan. Aku ingin membunuh setiap kenangan bersamanya yang telah tersimpan rapi dalam ingatanku. Di tempat itu, hati ini pernah luluh, dan dialah yang pertama berhasil menerobos ke dalam hatiku. Tapi, dia juga yang memaksa pergi setelah berhasil melukaiku.
Bertahun-tahun yang lalu tak terbersit keinginan untuk kembali ke tempat itu. Namun, belakangan ini aku terdorong untuk mengunjungi tempat itu. Seolah rasa rindu pada tempat itu begitu memuncak dalam hati ini. Tiap kulewati tempat itu, rasanya aku ingin berhenti. Aku ingin melangkahkan kakiku ke dalam tempat itu, menyusuri tiap lorongnya, tiap jengkal tempat itu. Hanya saja, aku tak pernah melakukannya, aku hanya memandang tempat itu dari kejauhan, kemudian berlalu begitu saja. Dan kini, perasaan ingin di tempat itu kembali menyeruak. Bahkan tiba-tiba saja, tempat itu masuk ke dalam tempat yang wajib kukunjungi di liburan semester yang akan datang. Alasannya? aku sendiri masih tak tahu. Mungkinkah aku merindukan dia lagi? Hem... entahlah.

Jumat, 15 Mei 2015

rasanya aneh.
ini kepulanganku ke Denpasar yang paling menyedihkan dan menyakitkan.
berbeda dari setiap kepulanganku di semester lalu, sekarang pulang biasa aja. 
tak ada lagi yang istimewa.
tak ada lagi sms yang dinanti-nanti, hape kembali suram seperti dulu.
hem... mungkin kamu memang bukan jatahku.
mungkin kamu memang bukan yang ditakdirkan menjadi milikku.
aku tidak baik-baik saja dengan kondisi ini.
tetapi aku sedang belajar berlapang dada menerima semua ini.
kecewa itu pasti,
tapi seperti permintaanmu aku akan tetap tersenyum menjalaninya.
meski kerap kenangan tentang aku dan kamu di semester lalu melintas dalam benakku
aku harus menepisnya jauh-jauh
dan kini situasinya aku hanya dapat melihatmu berlalu dikejauhan

Minggu, 10 Mei 2015

sekarang aku masih dalam perjalanan. gak tau sebenernya mau menuju ke mana. yang penting hanya berjalan, biar ndak aja diem di sini. hanya agar aku tak terpaku pada dunia ini. hanya agar bisa tersenyum lagi.