Minggu, 22 Maret 2015

Matematika itu menyenangkan.
Seberapa keras kamu harus berjuang untuk merasakannya?
Jawabannya sederhana, 
Saat kamu merasa bahwa proses menemukan jawabannya itu seperti berpetualang.
Dan diakhir petualanganmu itu kamu akan merasa bahwa kamu telah memenangkan sebuah game.


Rabu, 11 Maret 2015

Move On Itu . . .

Move on itu saat kamu tidak lagi peduli pada dia, tidak lagi bertanya-tanya tentang kabarnya, tak lagi memikirkannya alias sudah meletakkan dia di tempat di mana dia tak kan bisa lagi mengganggu hidupmu.
Move on itu, saat dia muncul di kronologi facebookmu dan kamu hanya merasa biasa, atau saat dia memosting fotonya bersama perempuan lain dan kamu tak cemburu karena hal itu atau saat dia mengabarimu tapi kamu hanya meladeninya sebatas teman lama saja alias kamu sudah tidak mau tau lagi tentang apapun yang terjadi padanya.
Move on itu sederhananya saat kamu berhenti memeikirkannya dan saat ada hal-hal yang menyangkut dengan dia kamu tidak mengingat dia.
Kemarin, seseorang menyebutkan kota kelahiranmu lagi di hadapanku, dan entah mengapa seketika rasa sakit itu hinggap dalam hatiku. Tiba-tiba juga air mataku hendak mengalir deras. Sebegitukah aku karenamu. 
5 tahun itu bukan waktu yang singkat bahkan sepanjang waktu itu kita tak pernah bersua dan komunikasi di antara kitapun sudah terputus begitu saja. Tetapi, mengapa tiap kudengar atau kusaksikan hal tentangmu, aku merasa luka dalam hatiku kian perih.
Aku ingin melepaskanmu, entah mengapa rasanya begitu berat sekali melangkah tanpa kenangan bersamamu.
Aku percaya tak ada yang percuma di dunia ini, hanya saja aku melihat bahwa semua ini semakin sia-sia. Rasaku masih sama, hanya saja rasamu semakin biasa.

Jumat, 27 Februari 2015

Sejarah Kota Denpasar


SEJARAH KOTA DENPASAR
 PENDAHULUAN
Denpasar pada mulanya merupakan pusat Kerajaan Badung,akhirnya pula tetap menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan bahkan mulai tahun 1958 Denpasar dijadikan pula pusat pemerintahan bagi Propinsi Daerah Tingkat I Bali. Dengan Denpasar dijadikan pusat pemerintahan bagi Tingkat II Badung maupun Tingkat I Bali mengalami pertumbuhan yang sangat cepat baik dalam artian fisik, ekonomi, maupun sosial budaya. Keadaan fisik Kota Denpasar dan sekitarnya telah sedemikian maju serta pula kehidupan masyarakatnya telah banyak menunjukkan ciri-ciri dan sifat perkotaan. Denpasar menjadi pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pusat industri dan pusat pariwisata yang terdiri dari 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar Timur, Denpasar Selatan dan Denpasar Utara. Melihat perkembangan Kota Administratif Denpasar ini dari berbagai sektor sangat pesat, maka tidak mungkin hanya ditangani oleh Pemerintah yang berstatus Kota Administratif. Oleh karena itu sudah waktunya dibentuk pemerintahan kota yang mempunyai wewenang otonomi untuk mengatur dan mengurus daerah perkotaan sehingga permasalahan kota dapat ditangani lebih cepat dan tepat serta pelayanan pada masyarakat perkotaan semakin cepat.
  PROSES PEMBENTUKAN KOTA DENPASAR
 Seperti halnya dengan kota-kota lainnya di Indonesia, Kota Denpasar merupakan Ibukota Propinsi mengalami pertumbuhan dan perkembangan penduduk serta lajunya pembangunan di segala bidang terus meningkat, memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kota itu sendiri. Demikian pula dengan Kota Denpasar yang merupakan Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan sekaligus juga merupakan Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I Bali mengalami pertumbuhan demikian pesatnya. Pertumbuhan penduduknya rata-rata 4,05% per tahun dan dibarengi pula lajunya pertumbuhan pembangunan di berbagai sektor, sehingga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap Kota Denpasar, yang akhirnya menimbulkan berbagai permasalahan perkotaan yang harus diselesaikan dan diatasi oleh Pemerintah Kota Administratif, baik dalam memenuhi kebutuhan maupun tuntutan masyarakat perkotaan yang demikian terus meningkat. Berdasarkan kondisi obyektif dan berbagai pertimbangan antara Tingkat I dan Tingkat II Badung telah dicapai kesepakatan untuk meningkatkan status Kota Administratif Denpasar menjadi Kota Denpasar. Dan akhirnya pada tanggal 15 Januari 1992, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kota Denpasar lahir dan telah diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 27 Pebruari 1992 sehingga merupakan babak baru bagi penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah Tingkat I Bali, Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan juga bagi Kota Denpasar. Bagi Propinsi Daerah Tingkat I Bali adalah merupakan pengembangan yang dulunya 8 Daerah Tingkat II sekarang menjadi 9 Daerah Tingkat II. Sedangkan bagi Kabupaten Badung kehilangan sebagian wilayah serta potensi yang terkandung didalamnya. Bagi Kota Denpasar yang merupakan babak baru dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang walaupun merupakan Daerah Tingkat II yang terbungsu di wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Bali.
Maskot  :
Menjadikan bunga jempiring sebagai Maskot Kota Denpasar dicetuskan pertama kalinya oleh Bapak Walikota Denpasar A.A Puspayoga pada saat syukuran dan malam hiburan memperingati Dasa Warsa Kota Denpasar, tanggal 27 Pebruari 2002 bertempat di Lapangan Puputan Badung.
 Tempat yang bersejarah bagi masyarakat Denpasar dahulu Badung, karena di tempat ini pulalah terjadi peristiwa Puputan Badung 96 tahun silam.
Di tempat yang bersejarah ini pula tepatnya pada pukul 17.30 Wita dicetuskan untuk pertama kalinya ide menjadikan bunga jempiring sebagai Maskot Kota Denpasar. Tentu dengan harapan disosialisasikan dan diusahakan ditanam di setiap pekarangan rumah tangga warga Kota Denpasar.
Alasan dijadikan jempiring sebagai Maskot Kota Denpasar karena bunganya berwarna putih bersih dan harum, daunnya berwarna hijau dan bisa dipakai obat (loloh) untuk penyembuhan panas dalam dan sangat gampang tumbuhnya serta sangat tepat diusahakan untuk tanaman penghijauan. Disamping itu jempiring juga memiliki nilai artistik yang tinggi dan nilai ekonomis karena bunganya dapat dijual untuk kepentingan upakara.
Kalau jempiring direfleksikan pada diri manusia, bunga yang putih bersih melambangkan kesucian atau kejernihan fikiran dan perbuatan yang jujur, bunga yang harum memberi daya tarik pada setiap insan sebagai simbul kewibawaan dan taksu, serta daunnya yang berwarna hijau melambangkan kesejukan atau ketentraman hati.
Semua ini sebagai perlambang untuk menuntun kita selalu mengusahakan yang terbaik, untuk diri kita sendiri, orang lain, lingkungan dan Kota Denpasar.