Minggu, 24 Agustus 2014

Jarak Memutuskan Kita

Akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri segalanya. Jarak begitu hebatnya hingga bisa membuat keadaan menjadi begini. Kebersamaan yang telah diukir selama 3 tahun di SMA itu kini tiada artinya lagi. Yang tersisa kini tinggalah bayang - bayang kenangan bagaimana dulu kita menghabiskan waktu bersama. Apa yang aku takutkan saat aku memutuskan untuk kuliah di Singaraja akhirnya benar - benar terjadi. Kita tak mungkin bisa bersama, bila aku memilih jalan ke kanan, sementara kamu malah berjalan ke arah kiri. Rasa kecewaku yang nyaris setahun kebelakang kupedam kini tak lagi sanggup kutahan. Aku memang egois, sedari dulu kamu mengetahui itu. Aku tak bisa bertahan memahami kamu lagi. Kita sudah lama terpisahkan jarak. Bahkan kamu tak sekalipun dalam sehari pernah bertanya bagaimana aku menjalani hari hariku disini. Kamu terlalu sibuk bersama mereka yang kini mengisi harimu, mungkin itu penyebab kamu melupakan aku. Bahkan ketika aku pulang ke Denpasar, kamu tak seharipun eh sejampun mau meluangkan waktu untuk bertemu denganku. Mungkin benar persahabatan itu hadir karena kebersamaan. Dan kini saat kita sudah tak bersama - sama lagi, maka persahabatan kita usai sudah. Selamat jalan geng Dong Yiku, jalan sudah berbeda sekarang. Terima kasih untuk mengisi hari - hariku dulu di SMA.
Sekarang kita udah jadi kayak foto kita yang satu ini - tertinggal bayangannya saja-
SELAMAT

Rabu, 20 Agustus 2014

Akulah pemeran utama dalam panggung sandiwara,
Tersenyum dan tertawa saat hati terluka,
Berpura - pura biasa padahal dalam hati merana,
Bersembunyi agar tak seorangpun kan menyangka,
Dalam - dalam telah tersimpan sakit yang kian mendera,

Derai air mata silih berganti menghiasi hari,
Senantiasa menambah duka dalam hati,
Tiada lagi  kawan yang diam di sisi,
Semuanya telah pergi dan takkan kembali,
Yang tersisa kini hanyalah sepi,

Rasa sesal yang kian membara,
Dalam hati yang tak bisa lagi kusangkal,
Ada kecewa yang ingin terungkap,
Secercah amarah yang telah terpendam sekian lama,
Serta sekelumit masalah yang seolah menyatu dalam jiwa.


Selasa, 19 Agustus 2014

Ganti teman itu biasa
Ditinggal teman juga biasa
Ketemu temen baru juga hal yang sangat biasa
Terus kenapa mesti terus mikirin masalah beginian?